depressed_boy Ketika aku bangun pagi hari ini, aku ngerasa ada sesuatu yang beda di hari aku. Perbedaan yang aku rasain itu bukan sesuatu yang sensasional ataupun bombastis. Bisa juga kalian bilang hal itu sebagai hal yang biasa, yang bisa kalian katakan sebagai hal yang lumrah terjadi. Tetapi setiap orang selalu benci bangun dengan mood yang off. Yeah, I was having a bad mood.

Pagi hari ini seharusnya bisa menjadi permulaan hari untuk membangun suatu aktifitas baru yang justru bisa menjadi momok untuk pembangunan diriku. Membangun karakter. Membangun relasi. Membangun karier. Tetapi dengan mood yang begini, apa ya bisa, yang bahkan aku selalu menganggap semua hal adalah menjengkelkan. Sepanjang hari.

Ya. Sepanjang hari itu aku terus larut dalam suasana hatiku yang tidak enak. Hal-hal kecil pun bisa menjadi suatu hal yang aku anggap sebagai iritasi di hatiku. Aku tidak bisa berpikir dengan jernih.

Orang bilang, don’t let mood controls you. Let you control the mood. Aku adalah pikiran bagi seluruh badan aku. Aku adalah pikiran bagi hati aku. Aku tidak seharusnya larut dalam pemikiran sempit seperti ini. Tetapi mood adalah sesuatu yang berkaitan dengan perasaan. Perasaan bisa datang dan bisa pergi. Perasaan pun bisa berubah-ubah tergantung kondisi. Sekarang kondisi macam apa yang bisa membuat aku engga bad mood lagi? Pertanyaan subyektif, artinya jawaban untuk pertanyaan ini adalah tergantung dari individu masing-masing.

Ada orang yang bisa senang, dan melupakan segala permasalahan mereka ketika mereka bertemu dengan teman-teman mereka. Ada pula orang yang bisa tenang ketika mereka duduk sendirian di taman sambil mendengarkan musik di mp3 player mereka. Dan ada pula orang yang hanya bisa tenang kalau mereka mengkonsumsi liquor, atau yang lebih ekstrim lagi mereka hanya bisa tenang kalau mengkonsumsi narkoba.

Banyak hal yang bisa mereka lakukan sebenarnya. Tetapi aku tidak. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Aku tidak tahu bagaimana cara mengkontrol perasaan aku. Tentu saja hal ini tidak berkaitan dengan personaliti aku sebagai orang melankolis. Tetapi aku bukanlah orang melankolis. Aku adalah orang koleris, dimana di suatu kesempatan aku bisa menjadi orang flegmatis, dan aku bisa menjadi orang sanguinis disaat mood aku lagi baik. Semua ini tergantung mood. Dan dalam hal ini pemikiran Aristoteles tentang sifat dasar seseorang adalah salah. Setidaknya bagi aku. Sifat dasarku ditentukan oleh mood ku. Perasaanku. Dan kalau aku (seumpama) bisa mengontrol mood aku, seperti yang orang-orang bilang, tentu saja aku bisa mengontrol sifat dasarku.

Aku hanyalah anak kecil yang sedang berusaha mencari jati diriku yang sebenarnya. Aku bukan manusia sempurna. Dan aku adalah individu unik. Aku hanya ingin didengar dan mendengar. Menghargai dan dihargai. Mungkin aku hanya butuh seseorang untuk menghargai aku, untuk bisa mengontrol jiwaku yang sedang resah. Mungkin.

*Suatu catatan di pagi buta*