Businessweeks edisi 15-21 Juli 2010 melaporkan bhwa 30% orang dewasa di China mengalami masalah kegemukan. Seperti yang diperkirakan Barry Hopkins, direktur International Inter-Disciplinary Obesity Center, University of North Carolina (Chapel Hill), angka ini cenderung naik 25% pada 2004. Sebenarnya hal ini cukup bisa ditebak, mengingat perekonomian China sedang tumbuh pesat. Seperti yang ditulis Businessweeks, “tingkat kemakmuran yang lebih tinggi, kurangnya aktivitas fisik, dan pola makan dengan lebih banyak daging serta makanan olahan mengakibatkan bertambahnya lingkar pinggang orang China”.
Lebih jauh terdapat fakta mencengangkan bahwa kenaikan itu menghambat rencana pemerintah China untuk merombak sistem layanan kesehatan yang membuat lebih dari 300 juta orang tidak memiliki asuransi. Wang Shiyong, pakar kesehatan senior Bank Dunia di Beijing mengatakan bahwa walau terdapat anggaran $125 miliar, namun rencana itu “hanya mencakup manfaat dasar, dan bukan layanan seperti rawat jalan untuk penyakit kronis tekait obesitas”.
Implikasiny adalh banyak dari orang China tidak memiliki jaminan atas masa depan mereka. 92 juta orang dewasa di China menderita diabetes tipe 2 dan selebihnya menderita penyakit yang biasa dikaitkan dengan kehidupan diet kalori tinggi seperti laiknya penyakit perkotaan yang lain. Sekedar pebandingan, 68% orang dewasa di Amerika mengalami masalah yang sama. Sementara,keprihatinan pemerintah Chin tampakny tidak cukup baik untuk mengatasi masalah tersebut, hal ini diperparah dengan laju tingkat obesitas orang dewasa China yang cenderung naik setiap tahunny.
Walaupun hal-hal yang telah dipaparkan adalah jenis temuan yang tidak terlalu mengagetkan, beberapa hal bis kita lihat menjadi peluang bisnis. Sebagai negara dengn jumlah penduduk terbesar di dunia, pasar bisnis asuransi adalah salah satu bisnis yang bakal meraup untung besar. Hal ini berkaitan dengan terhambatnya rencana pemerintah China untuk meng-cover 1,3 miliar penduduk China pada 2020. Dan berkaitan dengan masalh kesehatan tersebut, bisnis klub kesehatan telah mengambil peran terlebih dahulu dengan tersebarnya 3.000 klub kesehatan yang tersebar di seluruh China, dan sekitar 3 jutanya adalah anggota aktif.
Melihat fakta-fakta dasar ini agak tidak membutuhkan seorang pebisnis handal )seperti saya
untuk mendapatkan isyarat bahwa tampaknya masalah kesehatan pun bisa menjadi uang. Potensi pasar China yang sangat besar ditambah dengan peluang bisnis yang tersedia dari kurangnya andil pemerintah tersebut mengisyaratkan bakal menjamurnya bisnis asuransi di kemudian hari.
Just my 2 cents.



2 comments
Comments feed for this article
September 19, 2010 at 10:55 pm
na2
ni blog bz bca 4 majalah ttg ekop yah?? bii niat yah.. -.-
bgs2 qo.. intelek dg mslh sosial.. *y iy lah, ank IPS kn?! hehehe ^^`v
September 19, 2010 at 11:11 pm
xxrejectedxx
Hahha iy ni, kepengennya jadi orang intelek2an aja, g mw jd orang intelek beneran, jatohnya nipu orang mulu